Mengenal berbagai macam Ranpur TNI-AD



PANSER MILIK INDONESIA

ANOA 6x6 dan 4x4
 

Anoa 6x6 APC tipe Komando
Panser buatan Indonesia paling canggih saat ini dinamakan  Anoa. Panser ini mampu melaju hingga 90 kilometer per jam. Anoa tercepat di kelasnya. Hanya butuh delapan detik bagi Anoa untuk berakselerasi dari nol hingga 60 kilometer per jam. Bobot 12 ton tidak menghambat Anoa bergerak lincah di segala medan dan tidak merusak jalan raya (sebagai pembanding kendaraan truk kontainer berbobot 20 ton).Mesin Anoa dari perusahaan mobil Renault-Perancis. 

Tubuh panser tidak bisa dibentuk dari sembarang baja. Anoa menggunakan baja khusus setebal 10 milimeter, kebal dari sebagian besar peluru. Tak hanya itu, Anoa kedap air sehingga mampu menyeberangi sungai. Ia mampu menanjak di kemiringan sampai 31 derajat dan melintasi aneka rintangan. Anoa berbelok dengan menggerakkan sepasang roda depan dan sepasang roda tengah. Walau dengan ban terkoyak peluru sekalipun, Anoa masih bisa bergerak sejauh 80 kilometer.


BTR-80A 


Jumlahnya memang tak seberapa, panser amfibi andalan Korps Marinir TNI AL ini hanya ada 12 unit. Tapi ada kesan mendalam tentang panser beroda delapan ini, walau unit yang dimiliki Korps Marinir amat terbatas, BTR-80A Indonesia sudah mendapat penugasan dalam misi memperkuat batalyon mekanik pada pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Hal ini menandakan Indonesia tidak pelit untuk berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia, walau alutsista yang dimiliki masih minim.
Berbeda dengan panser-panser buatan Eropa Barat dan Amerika. BTR-80A besutan Rusia tampil garang, dengan bobot lebih dari 13 ton panser ini jelas mempunyai efek deteren yang dahsyat, belum lagi pamor keluarga BTR-80 yang sudah kesohor sebagai kampiun di berbagai medan perang.

 
Spesifikasi BTR-80A
Jumlah awak 10 (3+7)
Berat: 13,600 kg +3%
Power-to-weight ratio: 19.1 hp/t
Mesin Disel 7403 four-stroke 8-cylinder, liquid cooled, 260 hp
Roda: pneumatic, tubeless
Panjang : 7,65 meter
Lebar : 2,9 meter
Tinggi : 2,35 meter
Jejak roda 2.41 meter
Kecepatan Maksimum : 80 km/jam di jalan raya, 40 Km/jam di off road dan 9 km/jam di air
Jarak tempuh di jalan raya: 600 km
Jarak tempuh medan off road: 200 – 500 km
Jarak tempuh amfibi: 12 jam
Versi pasukan un

 


TRUCK REO & KIA
 REO adalah singkatan dari Ransom E. Olds Motor Car Company. Tahun 1949 perusahaan ini mendesain truk 2½ ton dengan kode M34 dan diikuti dgn versi M35, dan berkembang menjadi berbagai jenis truk sampai tahun 90an. Truk ini pun dibuat di beberapa pabrik.
Truk ini mampu mengangkut beban 5,000 pounds (2,300 kg) off road or 10,000 pounds (4,500 kg) on roads, walaupun pada kenyataannya bisa dua kali lipatnya. Truk REO TNI ada yang buatan amerika dan ada yg buatan KIA Korea .



((truck reo versi pasukan PBB UN)
((truck reo Marinir tanggap bencana gunung Merapi)

( REO Paskhas + CANON HANUD Hispano Suiza TRIPLE GUN 20mm)
  
Tatra T815-7: Truk Angkut Berat Multi Peran Korps Marinir TNI AL
Tatra T815, truk jawara off road buatan Ceko yang namanya begitu kondang setelah merajai segmen truk di reli paling bergengsi di dunia pada periode 1986 – 2006. Meski yang bertarung di Paris – Dakar adalah Tatra T815 versi 4×4, tapi kemudian versi lain yang berpenggerak 6×6, 8×8, 10×8, 12×12 dan 12×8 ikut laris manis dipasaran, baik memenuhi kebutuhan sipil dan militer.
Tanpa banyak publikasi, nyatanya truk Tatra T815 sudah beberapa tahun beroperasi di Indonesia. Salah satunya dari varian militer yang digunakan oleh Korps Marinir TNI AL, yakni Tatra T815-7 MOR89. Truk jawara off road 8×8 ini memang tampak sangar bila dilihat dari desainnya. Malah terkesan futuristik bila dibandingkan dengan truk milik TNI kebanyakan.
Bila dirunut dari kedatangannya, Tatra T815-7 MOR89 hadir ke Tanah Air bersamaan dengan datangnya MLRS (multiple launcher rocket system) RM-70 Grad untuk Korps Marinir, RM-70 sendiri berbais truk Tatra T813 6×6 yang mampu melontarkan roket kaliber 122 mm sebanyak 40 unit secara simultan. Nah, turut hadir bersamanya yakni Tatra T815 yang berperan sebagai truk pendukung lapangan, dalam hal ini berperan sebagai pengangkut amunisi.
http://i0.wp.com/indomiliter.files.wordpress.com/2013/05/zzzzzzmarinirtrukkenyot.jpg
(foto ketika sedang parkir di lantamal 2 surabaya)
 Tatra T815-7 sebagai tank transporter BMP-3F, tampak saat sedang keluar dari Ksatriaan Marinir Cilandak, Jakarta Selatan
(Tatra T815-7 sebagai tank transporter BMP-3F, tampak saat sedang keluar dari Ksatriaan Marinir Cilandak, Jakarta Selatan)

UNIMOG
Unimog di kalangan militer dan penggemar off-road, amat kesohor. Truk serbabisa ini di negara asalnya, Jerman telah menjadi legenda hidup berkat kemampuannya yang luar biasa dalam mengatasi medan berat apa pun! Di reli Paris-Dakar, kebolehan truk ini pun teruji dan mampu lolos dari lautan pasir dan medan ekstrem. Tentara di Indonesiapun memakainya sebagai kendaraan taktis (rantis) yang cukup diandalkan untuk mendukung setiap operasi.
Kapan Unimog pertama kali masuk ke Indonesia? Menurut Hardi Wibowo, Manager Government Sales PT DaimlerChrysler, truk ini masuk tahun 1958 untuk keperluan kendaraan angkutan Bulog. Jumlahnya mencapai ratusan unit. Masuk lagi pada tahun 1976 untuk keperluan Departemen Hankam/ABRI.
Jumlah Unimog terbanyak didatangkan pada tahun 1981 yakni tipe U1300L sebanyak 200 unit. Tipe ini dipakai militer untuk kebutuhan penarik meriam (artileri). Sekitar 1990-an, tambah Hardi, datang lagi 40 unit tipe U1550L untuk kebutuhan Marinir.
 


Komentar